Referensi Buku Journey To Andalusia

‚Äč Judul Buku : Journey To Andalusia                      Penulis: Marfuah Panji Astuti                            Penerbit: Bhuana Ilmu Popular                            Cetakan: Pertama                                                      Terbit: Tahun 2016                                                      Tebal: 190 halaman                                                  Harga: Rp. 115.000,- 

Buku Journey To Andalusia ini ditulis oleh Marfuah Panji Astuti buku ini dibuat oleh penulis kerena ia terispirasi dari sebuah dongeng yang biasa dibaca kan sebelum tidur ketika beliau sebelum tidur. Kisah Journey to Andalusi diambil dari imajinasi penulis tentang perjalanan kisah Shalahuddin Al-Ayubi, Abu Nawas dan raja Harun Al Rasyid dimana pada saat zaman itu bayangan benteng-benteng, kastil-kastil serta bangunan-bamgunan yang berdiri megah di zamannya sehingga penulis menuangkan tulisan kedalam sebuah buku berjudul Journey to Andalusia

Tidak baanyak generasi muda sekarang khususnya para generasi muda muslim Islam yang tahu dan mengerti jejak sejarah iIslam di Andalusia. Andalusia adalah sebuah negeri yang cukup dikenal dengan sebutan “Sejuta Cahaya” di Andalusialah banyak ilmu pengetahuan dan ilmu peradaban kemanusian lahir dan berkembang sejarah Islam lebih dari 800 tahun yang lalu. Bahkan lebih dari 2/3 sejarah islam terjadi dan tercipta diantarannya ilmu Kalkulus, Aljabar, Algometri, Trigonometri yang masih dipakai sempai sekarang ini ilmu pengetahuan ini menunjukan bahwa kejayaan ajaran Islam sudah ada diAndalusia tanpa penenuan tersebut tidak akan ada resolusi digital diera sekarang ini. Andalusian sekarang lebih dikenal sebagai Negara Spanyol, sebagian Negara Portugal dan sebagian Negara Prancis. Dalam buku Journey To Andalusia ada beberapo kota yang juga dijelajah oleh penulis saat traveling diantaranya adalah kota Cordoba, Al Hambrah, Malaga, dan kota Granada juga menjadi bagian dalam cerita buku ini sehingga pembaca benar-benar ikut dibawa untuk menikmati perjalanan menjelajah Andalusia.

                           Peta Andalusia

Sinopsis

Dalam perjalannanya ke Andalusia sebenarnya penulis Marfuah Panji Astuti hanya ingin membukti kan dan mengkonfirmasi bahwa Sejarah Islam itu memang pernah terjadi di Andalusia. Banyak kaum muda dan khususnya masyarakat muslin tidak paham bahwa Islam bernah singgah dan menyinari dengan cahaya terang diwilayah yang sekarang bernama Spanyol, Portugal dan Prancis.

1.Berjumpa di Kota Malaga                                                 Kota Malaga adalah kota pertama yang menjadi kota tujuan pertama dari buku Journey To Andalusia ini dalam buku catatan perjalana yang dilakukan oleh Ibn Batutah dahulu kota ini merupakan pelabuhan penting dan sangat ramai saat Kesultanan Granada memerintah. Lain halnya sekarang Kita Malaga tidak banyak lagi peninggalan Islam disana,banyak mesjid mesjid yang yang sudah dihancurkan serta dialih fungsikan untuk bangunan lain salah satunya yang tersisa dikota ini adalah Benteng Alcazaba. Benteng Alcazaba ini merupakan bangunan peninggalan Dinasti Hamuddiyah yang pada masanya benteng ini berfungsi untuk melundungi masyarakatbsekitar dari serangan musuh dan melindungu Istana Castillo de Gibralfaro dari serangan musuh-musuhnya.  

                           Benteng De Malaga

2. Jatuh Cinta Pada Al Hambra                                     Diwilayah Andalusia terdapat sebuah kota yang bernama Granada, kita Granada ini adalah suatu wilayah tempat kekuasaan Daulah Islam terakhir yang ada diwilayah Andalusia. Dikota ini terdapat peningalan Islam yang telah diakui oleh Unesco World Heritage Site yaitu Istana Andalusia. Para pengelola Istana Alhambra menetapkan 3 kali waktu dimana para pengunjung dapat menikmati suasana keindahan Istana Alhambra yaitu pada waktu morning, afternoon dan evening pembagian waktu ini dilakukan mengingat pengunjung dengan jumlah yang banyak untuk menikmati Istana Alhambra.

                 Benteng Istana Alhambra 

Istana Alhambra adalah merupakan salah satu saksi bisu dalam perjuangan sejarah islam dalam suatu penyerangan yang dilakukan olehbpasukan Isabella dan pasukan Ferdinand. Pemimpin pada masa itu adalah Sultan Boabdil yang merupakan salah satu sultan terakhir dari Kerajaan Granada beliau ikut andil dalam memerangi perlawanan dari pasukan Isabella dan Pasukan Ferdinand saat itu beliau menyaksikan pasukan tersebut menyeramg benteng kekuasaannya namun sayang perlawanannya pun kandas dan beliau terpaksa menyerahkan kunci gerbang Kota Granada dengan jaminan bahwa semia rakyatnya tidak akan ada yang dibunuh dan mereka berhak untuk mempertahankan keimanannya. Tapi janji tinggalah janji pasukan Isabella dan pasukan Ferdinand mengingkari janjinya sedikit demi sedikit rakyatnya yang muslim dihancurkan dan dibinasa kan dan dalam waktu 6 tahun hampir sama sekali tidak ada jejak umat Islam disana.

Benteng ini memiliki struktur bangunan yang cukup indah dimana ada sebuah kompleks bangunan Istana Alhambra didalamnya dan sebagai bukti benar adanya bahwa sejarahnislam memang pernah berjaya di Andalusia. Pada sekeliling dinding Istana Alhambrah banyak dihiasi ornamen tulisan kalografi yang berlafaskan kalimat Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah. Istana Alhambra sendiri juga mempunyai ruangan-ruangan yang istimewa dan di namai sesuai fungsi dan memiliki kegunaan masing masing diantaranya adalah: 

           Dinding dengan ornamen kaligrafi

a. The Nasrid Palace adalah salah satu bangunan utama yang ada didalam komplek Istana Alhambra yang dahulu biasanya digunakan sebagai tempat tinggal para istri Sultan beserta keluarga besarnya.

b. Patrio de Los Arrayebes adalah sebuah kolam air dimana para pengunjung dapat langsung melihat dan menikmati 0antulan bayangan dari istana Alhambrah sari kolam air tersebut dengan posisi bayangan yang sama persis seperti bentuk aslinya sehingga pengunjung yang melihat seolah-olah ada dua bentuk bangunan Istana Alhambrah yang sama persis ukuran dan bentuknya.

c. Jannah All Arif atau Generalife dahulu ini adalah merupakan sebuah taman atau kebun sayur yang terdapat di Istana Alhambrah dari situ kita para pengunjung bisa dengan jelas melihat dengan mata bagaimana keindaham bangunan Istana Alhambra secara keseluhan dengan kastil-kastil, pilar-pilar yang berdiri dengan megahnya.

D. Palacio de Los Leones adalah sebuah lambang dari patung singa yang berjumlah 12 buah patung ini mengelilingi sebuah kolam air dan dari mulut sianga akan mengeluarkan air sebagai petunjuk waktu yang artinya bila waktu menunjukan jam 1 maka 1 mulut singa yang akan mengeluarkan air dan bila jam 12 maka semua mulut singa akan mengeluarkan air disaat bersamaan akan terlihat indah dilihat oleh pengunjung. Namun sangat disayangkan saat pasukan Isabella dan pasukan Ferdinand berkuasa mereka mencari tahu cara sistem kerja dan bagaimana sistem dari patung singa tersebut bisa berfungsi sedemikian rupa sebagai penunjuk waktu bukannya terjawab malah mereka merusak sistem kerja patung singa tersebut dan tidak bisa untuk memperbaik kembali dan sampai saat ini patung singa tersebut tidak berfungsi.   

         12 Patung Singa sebagai petunjuk Waktu

3. Cordoba Kota Sejuta Cahaya                             Kota Cordoba adalah sebuah nama kota namun bagi bangsa Eropa Cordoba memiliki arti alunan indah. Dikota Cordoba tidak dikenal memiliki jalan yang lebar seperti pada umumnya Kota Cordoba hanya memiliki jalan-jalan yang sempit berkelok-kelok banyak jalan yang dibaut seperti buntu serta beralaskan batuan conbloc pada dasarnya  memang jalan ini di desain agar bila orang yang dari luar wilayah Kota Cordoba ingin berbuatjahat dikotanya akan tersesat dijalan sehingga akan mudah dilacak keberadannya selain itu msh banyak pula bangun an dan rumah-rumah dengan desain yang kuno cukup lama dan tua sekarang berubah fungsi sebagai cafe atau pun hotel tempat wisatawan bisa berkumpul dan beristirahat atau sekedar singgah di kota Cordoba.

Jalan dikota Cordoba yang sempit dan berkelok

     Bangunan bangunan kuno diKota Cordoba

Kota Cordoba disebut sebagai kota dengan sejuta cahaya kerena disanalah tempat berasalnya para  ulama-ulama muslim dan ilmuwan hebat yang sangat berdedikasi dalam perkembangan disiplin ilmu, sehingga duniandapat maju seperti sekarang ini dunia dapat maju karena banyak ilmuwan yang berasal dari kota Cordoba diantaranya adalah:             a.  Abulcasis beliau adalah ilmuwan atau seorang dokter yang mampu melakukan penghentian saat pendarahan pada saat akan melakukan operasi atau otopsi pembedahan pada tengkorak manusia.               b. Al-Idris adalah ilmuwan yang berhasil membuat dan menciptakan peta dunia yang rumit dan yang paling akurat selama berabad-abad hasil petanya terus disalin samapi saat ini tanpa adanya sedikit pun perubahan.             

                              Ilmuan Al-Idrus 

c. Ibn Rusyd beliau adalah seorangnilmuwan yang sangat terkenal dengan sebutan Aviroes beliau merupakan Bapak Renaissance sejati yang saat itu pemikiran-pemikirannya bisa membuat masyarakat Eropa terlepas dari belenggu kegelapan.

                      Ilmuwan Ibn Rusyd

Kesimpulan

Ada yang menarik dari buku ini setelah selesai aku membacanya wilayah Andalusai meliputi Negara Spanyol, Negara Portugal dan Negara Prancis.Di mana penulis dapat nikmati suatu perjalanan sejarah melalui traveling sekaligus mengklarifikasi dan mengkonfirmasi sejarah tentang Andalusia yang selama ini melenceng tidak sesuai dengan sejarah perkembangan Islam ini terbukti dari fakta-fakta foto yang disajikan dalam buku Andalusia sebelum menulis buku ini pun ternyata penulis sudah banyak membaca buku-buku sebagai bahan referensinya. Sebelum penulis menuju Andalusia penulis juga melakukan perjalanan ke Maroko kemudian menuju kota Cassablanca penulis melakukana tapak tilas perjuangan Musa Bin Nushiar dan Thariq Ibn Ziyad melalui semenanjung Iberia. Sehingga rute traveling dimulai dari kota Cassablanca, Rabat, Fes, Tangier melalui selat Gibraltar ke Tarifa kemudian menuju Andalas sehingga kota yang dilalui sebelum Andalas juga menjadikan buku ini lebih menarik dibaca dan sayang bila harus dilewati begitu saja. Bukan hanya membahas soal perkembangan islam diAndalusia tapi penukis juga mengisahkan bangunan-bangunan bersejarah, tokoh-tokoh ilmuwan bahkan kuliner dan tempat-tempat makan yang ada bahkan hotel serta tempat untuk berkumpul sesama turis pun di kisahkan dengan sengat baik oleh penulis sehingga pembaca benar-benar bisa berimajinasi dan menikmati buku yang dibaca dengan dukungan foto selama traveling di Andalusia.

Disetiap kota-kota yang dilalui dan disinggahi oleh penulis beliau selalu didampingi guide lokal yang berbeda kate disetiap tempat memiliki guide yang berbeda-beda pengetahuannya. Dan guide dalam pengalamannya selalu memberikan informasi dari sejarah tempat yang disinggah sampai bangunan- bangunan bersejarahnya. Dalam menulis buku ini penulis sendiri mempunyai gaya tersendiri dalam tulisannya beliau mengungkapkan pengalamannya dengan jelas dan mudah dipahami oleh pembacanya

Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto yang beraneka ragam sehingga menambah menarik cerita yang diangkat oleh penulis mengajak pembacanya bisa berimajinasi tentang Andalusia. Pada bab buku Journey to Andalisia terakhir penulis juga memberi kan beberapa tips dan trik apabika akan melakukan traveling ke Andalusia dengan memberikan penjelasn nama-nama para pejuang muslim yang namanya sangat berperan bagi kepentingan Andalusia dan beberapa pemaparan lokasi-lokasi bangunan bersejarah. Dimana bangunan-bangunan tersebut merupakan ciri dari sejarah perjuangan Islam disamping itu penulis menceritakan tentang seni menulis kaligrafi yang dilakukan para musisis jalanan juga menceritakan cita rasa kuliner yang masih lestari hingga saat ini. Meskipun pasukan Isabella dan pasukan Ferdinand mencoba untuk melakukan segala cara melenyapkan Cahaya Islam yang berkembang di Andalusia tapi sang pemilik Cahaya telah menuliskan takdirnya dan akan tetap sama jejak Islam tetap ada di Andalusia. Penulis telah berhasil membuat pembacanya menikmati keindaham dan kemegahan Islam di Andalusia dengan tulisannya. Buku ini wajib dibaca oleh semua kalangan agar lebih mengetahui sejarah perkembangan di Andalusia bagi peminat dan pecinta buku ini sangat cocok dijadikan sebuah koleksi bacaan yang berguna.Selamat membaca… buku ini sudah terbit dari tahun 2016 sudah tersedia di Gramedia dan toko buku lainnya

        Desain cover buku dengan latar belakang             seorang petualang dan suasana Alhambra

                     Marfuah Panji Astuti             

 Untuk lebih tahu silakan pembaca bisa Follow FB Bhuana Ilmu Popular                                           TW @Penerbit_BIP                                                           IG @BIPGramedia                                                  #Journey2Andalusia #Gramedia #Buku #Traveling #JelajahTiga Daulah #BIP #Isi190Halaman #CetakanPertama2016 #KolesiBuku #Andalusia #AlHambra #KotaSejutaCahaya #BIPKelompokGramedia #MarfuahPanjiAstuti #BloggeBuku 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s